Sunday, February 22, 2009

PSP vs Game Boy

Menikmati wiken adalah saat yang baik untuk berkumpul bersama seluruh anggota keluarga, mendekatkan diri dengan anak bagi ortu yang kerja. Bagi yang tidak kerja setiap hari adalah saat-saat yang indah untuk menemani si kecil. Tentu saja disamping itu masih mengerjakan tugas-tugas rumah tangga lainnya. Tapi tidak semua ortu seperti itu. Ada juga yang walaupun tidak kerja alias di rumah saja, tapi sibuk sendiri. hehehe....Aku termasuk yang mana ya?

Akhir-akhir ini Haqi sedang senang main PSP. Mungkin ada game yang penuh tantangan gitu. Tapi kalau sudah mau kalah, gamenya diberikan ke papa biar dia yang meneruskan. hehehe...namanya anak-anak, main aja tidak mau kalah deh. Apalagi kalau kompetisi yah?



Kalau sudah bosan ya liat TV. Channel anak-anak lho. Yang isinya esek-esek dah di kunci semua. Belum saatnya anak-anak lihat yang seperti itu. Kadang juga main game di internet. Kalau yang ini sudah tidak bisa buka yang esek-esek. Karena sudah di blok sama QTEL nya. Jadi meninggalkan anak di depan kompi sudah tidak begitu khawatir. Bagaimana dengan hal ini di Indonesia? Waduh bukan hal yang aneh lagi kalau membaca berita tentang anak-anak yang membuka situs porno, karena memang belum di blok. Pernah dulu ada berita bahwa di warnet ada jaga polisi untuk mengawasi anak-anak yang masih di bawah umur yang kemungkinan membuka situs porno. Wah wah wah...tidak efektif banget kan?? Perlu berapa petugas yang harus jaga? Berapa jumlah warnet yang ada? Duh....miris dengarnya.



Kembali ke topik. Ketika Haqi main PSP, Salma juga tidak mau kalah. Untung dia diberi Game Boy sudah diem. Lagian juga belum bisa main kok. Yang penting ada gambar yang bisa jalan dan ada suaranya. Sudah seperti anak gede aja dia. Kalau mulai main, yang biasanya dipasang game balap mobil, teriak aja dia: Go! Go!
Lucu aja dengernya. Kok bisa di umur 1,5 th sudah ikut-ikutan kakaknya main game? Heran deh anak sekarang. Apa karena makanan juga yah yang tentu sangat berpengaruh ke perkembangannya?



Kalau lagi belajar menulis, Salma akan bilang e,bi,si. Maksudnya A,B,C dalam bahasa Inggris. Ya udah yang ngajarin disuruh nulis tuh abc. Ikutan kakaknya juga kalau ngomong. Kadang menggambar happy face. Yang gampang saja dulu mengenalkannya ke anak. Pelan-pelan tapi teratur. Kalau lagi mau ya Salma nulis sendiri, tapi kalau sudah capek ya yang ngajarin yang disuruh nulis.

Ok itu sekedar catatan bagi kami sebagai ortu, moga ke depannya anak-anak kami akan semakin baik dan pintar. Amiiiinnnn.

1 comment:

  1. Waktu anakku balita dulu segala mainan dibeli, termasuk kelereng, gambar umbul, pistol-pistolan dan piring-piring masak-masakan.Kalau ke mall tujuan pertama adalah main komedi puter, prosotan baru deh ngajak makan.
    Itulah romantikanya punya anak balita. Jaman saya dulu sih main petak umpet, nyuri tebu di sawah dan main engklek serta main umbul gambar wayang. Ini dilakukan baik di rumah atau di sekolah ketika jam istirahat selesai. Selepas sekolah main dilanjutkan dengan teman sekampung di kebun belakang rumah sambil mencari biji kecik sawo untuk buah dakon. Sore hari baru mandi rame-rame di kali belakang rumah yang airnya cukup bening saat itu. Bila padang mbulan purnama rame-rame main di halaman rumah sambil main petak umpet. Terkadang suka main jaelangkung, gobak sodor dan seabrek permainan tradisionil lainnya. Sungguh bahagia mengenang waktu kecil dulu. Sudahkan Jeng Narti juga ingat dengan permainan serupa di kala kecil dulu? Syukur masih ingat ya?

    ReplyDelete