Showing posts with label Umum. Show all posts
Showing posts with label Umum. Show all posts

Tuesday, February 24, 2009

PEREMPUAN

Sebagai perempuan tentu punya banyak sifat-sifat yang beraneka rupa. Ada yang feminim, tomboy, keibuan, sayang anak kecil, hobby shopping dan lain-lain.
Lingkungan tentu sangat berpengaruh terhadap pembentukan sifat dan karakter masing-masing individu.

Ini catatan aku saja, tidak diambil dari manapun, jadi data berdasar apa yang pernah dilihat saja. Perempuan dibedakan antara yang belum menikah dan yang sudah menikah. Dan juga perempuan yang bekerja dan tidak bekerja.


Kalau yang belum menikah dan bekerja, wah ini sepertinya wanita karir deh. Kadang waktu mereka habiskan untuk kerja dan kerja, agar karirnya cepat menanjak. (jalan raya kali.....menanjak??)


Kalau yang sudah menikah, ada juga yang full sebagai ibu rumah tangga walaupun sebelum menikah mereka kerja. Mengabdi sepenuhnya untuk rumah tangga dan keluarganya. Dari urusan anak-anak, antar jemput sekolah, memasak, beres-beres, pokoknya semuanya deh.

Kalau yang belum menikah tapi tidak kerja, wah yang ini bikin repot deh. Gimana bisa di jaman sekarang yang bisa dibilang apa-apa duit kok tidak kerja. Gimana mencukupi kebutuhan diri sendiri? Masak minta bapak ibu terus? Gawat deh....

Kalau yang sudah menikah dan tetap kerja, salut deh. So membagi waktu antara pekerjaan dan urusan rumah tangga harus pinter. Kalau tidak bisa keteteran sendiri, berantakan jadinya. Belum lagi urusan anak-anak yang kadang bikin puyeng. hehehe....
Tapi membantu ekonomi keluarga adalah hal yang bagus. Asal tahu batasan-batasannya. Jangan sampai kebanyakan lembur, rumah tangga jadi berantakan, anak-anak tidak ke urus, repot jadinya.


Terus kalau yang hobby shopping gimana? Keluar masuk mall? Butik? Galeri?
Senang belanja, tiap ada yang SALE pasti didatangin dan tentu saja akhirnya beli. Tidak mesti harus nunggu SALE yah kalau yang memang hobby belanja mah. Ada duit beli, gak ada duit gesek. Waduh....jangan-jangan sampai jebol tagihannya gara-gara kalap mata.


Terus mampirnya di cafe-cafe yang tentu saja harganya mahal.hehehe... Mana ada kafe yang murah. Kalau aku bilang mah beli suasana. Hahaha....dasar gak mau rugi.


Kalau yang seperti ini, apa sih isi tas mereka?
Sering lihat di mall, kadang kalau pas ke toilet mau wudhu yang kebetulan pas waktu sholat di toilet mereka pakai make-up. Entah wudhu, terus sholat, terus benerin make-up lagi. Atau habis wudhu, benerin make-up baru sholat. Gak tau juga. Atau mereka memang ke toilet cuma mau benerin make-up yang mulai luntur?


Kalau di dalam tas isinya peralatan make-up itu bukan gue banget deh. Gak tau kenapa, dari dulu sih sudah seperti itu. Lha sekarang aja tidak bisa dandan. hehehe...Boro-boro isi tas seperti itu. Yang ada mah dompet ma hp itu harus. Selain itu ya baju ganti si kecil, pampers, dot, air putih, susu cadangan, tissue, kue si kecil kadang plus permen. Kalau lagi sholat plus mukena. Lha isi tas apa koper, kok semua masuk? hehehe...biarin aja, pokoknya tipe emak-emak yang tidak mau repot dijalan hanya kerena si kecil rewel deh. hihihi.... Mana disini susah menemukan warung. Ya sudahlah jadi perlengkapan sebelum pergi harus benar-benar di cek kalau tidak mau repot di jalan nantinya.


Sebenarnya mereka yang hobby belanja mah yang dibeli apa sih ya? Kadang pulang tetengannya banyak sekali. Tangan kanan kiri penuh tas belanjaan yang tentu saja keren-keren, bukan tas kresek kayak dari grocery. hahahah...


Apakah baju, sepatu yang lagi trend? Kalau diikutin mah trend gak ada matinya yah? Jaman kan terus berkembang. Apakah yang mereka beli itu bakal kepakai nantinya yah? Apa buat koleksi saja? Dipajang di lemari? Apa buat narsis, aku juga punya barang ini lho! Punyaku asli loh! Merk-nya yang ini nih! Ini paling mahal loh!


Apa belinya berlian yang keluaran terbaru? Kalau ini mah bisa dijual lagi kalau lagi butuh duit. Apa buat narsis juga, pergi ke arisan pake yang terbaru? Yang paling mengkilat sinarnya? kayak iklan sabun cuci piring aja. hahaha....
Wah-wah bisa-bisa habis gaji sebulan buat shopping deh kalau kayak gini...apa malah kurang gaji sebulan? Terus kalau yang tidak kerja tapi hobby belanja gimana? Waduh kagak ngerti deh gue...

Yang pasti aku mah ngakuin juga kalau seneng belanja, tapi masih wajar kok. Tidak tiap ada SALE beli. Lagian juga nalarnya masih normal, bisa membedakan mana yang penting dan tidak. Malah bisa dibilang tidak mengikuti trend sama sekali. hehehe...apa yang lagi trend sekarang? Gak tau deh. hehehe....

Tulisan ini bukan bermaksud menyindir siapapun juga. Cuma sekedar sharing apa yang sering dilihat di Qatar sini. Kalau di Indonesia atau negara lain aku kurang tau. Kalau ada yang bagus yah ambil manfaatnya, yang kurang bagus tinggalkan. Gitu aja! Salam.
Read More...

Tuesday, February 17, 2009

BERBAGAI GAYA ORANG TUA

Kondisi ketidakpatutan dalam memperlakukan anak telah melahirkan berbagai gaya orang tua (Parenting Style) yang melakukan kesalahan 'miseducation" terhadap pengasuhan pendidikan anak-anaknya.
Elkind (1989) mengelompokkan berbagai gaya orang tua dalam mengasuh anak, antara lain:

1. Gourment Parents (ortu borju)

Mereka adalah kelompok pasangan muda yang sukses. Memiliki rumah bagus, mobil mewah, liburan ke tempat-tempat eksotis di dunia, dengan gaya hidup kebarat-baratan. Apabila menjadi orang tua maka mereka akan cenderung merawat anak-anaknya seperti halnya merawat karir dan harta mereka. Penuh dengan ambisi! Berbagai macam buku akan dibaca karena ingin tahu isu-isu mutakhir tentang cara mengasuh anak. Mereka sangat percaya bahwa tugas pengasuhan yang baik seperti halnya membangun karier, maka superkids merupakan bukti dari kehebatan mereka sebagai orang tua.
Orang tua kelompok ini memakaikan anak-anaknya baju-baju yang mahal bermerk terkenal, memasukannya ke dalam program-program ekslusif yang prestisius. Keluar masuk restoran mahal. Usia 3 tahun anak-anaknya sudah diajak tamasya keliling dunia mendampingi orang tuanya. Jika suatu saat kita melihat sebuah sekolah yang halaman parkirnya dipenuhi oleh berbagai merk mobil terkenal, maka itulah sekolah dimana banyak kelompok orang tua gourment menyekolahkan anaknya.

2. College Degree Parents (ortu intelek)

Kelompok ini merupakan bentuk lain dari keluarga intelek yang menengah keatas. Mereka sangat peduli dengan pendidikan anak-anaknya. Sering melibatkan diri dalam berbagai kegiatan di sekolah anaknya. Mereka percaya pendidikan yang baik merupakan pondasi dari kesuksesan bidup. Terkadang mereka juga tergiur menjadikan anak-anak mereka superkids. Terkadang mereka juga memasukkan anak-anak mereka ke sekolah mahal yang prestisius sebagai bukti bahwa mereka mampu dan percaya bahwa pendidikan yang baik tentu juga harus dibayar dengan pantas. Kelebihan kelompok ini adalah sangat peduli dan kritis terhadap kurikulum yang dilaksanakan di sekolah anak-anaknya. Dan dalam banyak hal mereka banyak membantu dan peduli dengan kondisi sekolah.

3. Gold Medal Parents (ortu selebritis)

Kelompok ini adalah kelompok orang tua yang maenginginkan anak-anaknya menjadi kompetitor dalam berbagai gelanggang. Mereka sering mengikutkan anaknya ke berbagai kompetisi dan gelanggang. Ada gelanggang ilmu pengetahuan seperti Olimpiade Matematika dan sains. Ada juga gelanggang seni seperti ikut menyanyi, kontes menari, terkadang kontes kecantikan. Berbagai cara akan mereka tempuh agar anak-anaknya dapat meraih kemenangan dan menjadi 'seorang bintang sejati'. Sejak dini mereka persiapkan anak-anaknya menjadi Sang Juara.
Banyak kasus yang mengenaskan menimpa diri anak akibat perilaku ambisi kelompok gold medal parents ini. Gold medal parents menimbulkan banyak bencana bagi anak-anak mereka!

4. Do it Yourself Parents

Merupakan kelompok orang tua yang mengasuh anak-anaknya secara alami dan menyatu dengan semesta. Mereka sering menjadi pelayan profesional di bidang sosial dan ibadah. Kelompok ini menyekolahkan anak-anaknya di sekolah negeri yang tidak begitu mahal dan sesuai dengan keuangan mereka. Mereka juga bermimpi menjadikan anak-anaknya superkids. Dalam kehidupan sehari-hari anak-anak mereka diajak mencintai lingkungannya. Mereka juga mengajarkan merawat dan memelihara hewan atau tumbuhan yang mereka sukai. Kelompok ini merupakan kelompok penyayang binatang dan mencintai lingkungan hidup yang bersih.

5. Outward Bound Parents (ortu paranoid)

Mereka memprioritaskan pendidikan yang dapat memberi kenyamanan dan keselamatan kepada anak-anaknya. Tujuan mereka sederhana, agar anak-anaknya dapat bertahan di dunia yang penuh permusuhan. Dunia di luar keluarga mereka dianggap penuh dengan marabahaya. Jika mereka menyekolahkan anak-anaknya maka mereka lebih memilih sekolah yang nyaman dan tidak melewati tempat-tempat tawuran yang berbahaya. Kelompok ini kadang terpengaruh dan menerima konsep superkids. Mereka mengharapkan anak-anaknya menjadi anak-anak yang hebat agar dapat melindungi mereka dari segala mara bahaya. Terkadang memasukkan anak-anaknya mengikuti karate, yudo, pencak silat sejak dini untuk melatih kecakapan.
Mereka terlalu berlebihan melihat marabahaya di luar rumah tangga mereka, mudah panik dan ketakutan melihat situasi yang selalu mereka pikir akan membawa dampak buruk kepada anak-anak. Akibatnya anak-anak mereka menjadi 'steril' dari lingkungannya.

6. Prodigy Parents (ortu instant)

Merupakan kelompok orang tua yang sukses dalam karier namun tidak memiliki pendidikan yang cukup. Mereka memandang kesuksesan mereka dibidang bisnis merupakan bakat semata. Oleh karena itu mereka juga memandang sekolah dengan sebelah mata, hanya sebagai kekuatan yang akan menumpulkan kemampuan anak-anaknya. Mereka memandang anak-anak mereka akan hebat dan sukses seperti mereka tanpa memikirkan pendidikan seperti apa yang cocok diberikan kepada anak-anak mereka. Mereka mudah terpengaruh kiat-kiat atau cara-cara unik dalam mendidik anak tanpa bersekolah. Buku-buku instant dalam mendidik anak sangat mereka sukai.

7. Encounter Group Parents (ortu ngerumpi)

Merupakan kelompok orang tua yang memiliki dan senang pergaulan.
Mereka terkadang cukup berpendidikan namun tidak cukup berada atau terkadang tidak memiliki pekerjaan tetap.
Terkadang juga merupakan kelompok orang tua yang kurang bahagia dalam perkawinannya.Mereka menyukai dan sangat mementingkan nilai-nilai relationship dalam membina hubungan dengan orang lain. Mereka membuang-buang waktu dengan kelompoknya sehingga mengabaikan fungsi mereka sebagai orang tua. Mereka berharap anak-anak mereka jadi superkids. Namun banyak dari anak-anak mereka biasanya kurang menampilkan minat dan prestasi yang diharapkan.

8. Milk and Cookies Parents (ortu ideal)

Merupakan kelompok orang tua yang memiliki masa kanak-kanak yang bahagia, memiliki kehidupan masa kecil yang sehat dan manis. Mereka cenderung menjadi orang tua yang hangat dan menyayangi anak-anaknya dengan tulus. Mereka juga sangat peduli dan mengiringi tumbuh kembang anak-anak mereka dengan penuh dukungan. Mereka memenuhi rumah tangga mereka dengan buku-buku, lukisan dan musik yang disukai anak-anaknya.
Mereka berdiskusi di ruang makan, bersahabat dan menciptakan lingkungan yang menstimulasi anak-anak mereka untuk tumbuh mekar disegala potensi dirinya. Anak-anak mereka pun meninggalkan masa kanak-kanak dengan penuh kenangan indah.
Kehangatan hidup berkeluarga menumbuhkan kekuatan rasa yang sehat pada anak untuk percaya diri dan antusias dalam kelompok belajar.
Kelompok ini merupakan kelompok orang tua yang menjalankan tugasnya dengan patut kepada anak-anak mereka. Mereka begitu yakin bahwa anak-anak membutuhkan proses dan waktu untuk dapat menemukan sendiri keistimewaan yang dimilikinya.
Dengan kata lain mereka percaya bahwa anak sendirilah yang akan menemukan sendiri kekuatan di dirinya. Bagi mereka setiap anak adalah benar-benar seorang anak yang hebat dengan kekuatan potensi yang juga berbeda dan unik.

"ANAK ADALAH ANUGERAH TUHAN...SEBAGAI HADIAH KEPADA SEMESTA ALAM, TETAPI CITRA ANAK DIBENTUK OLEH SENTUHAN TANGAN-TANGAN MANUSIA DEWASA YANG BERTANGGUNG JAWAB"

Kesimpulannya aku termasuk tipe orang tua yang mana ya??
Semoga kami menjadi orang tua yang tepat dalam mendidik dan membimbing anak-anak kami ke jalan yang benar sesuai petunjuk-Mu ya Allah. Amiiinn.

Catatan: diambil dari berbagai sumber.
Read More...

Saturday, February 14, 2009

FROM INDONESIAN TO PALESTINIAN CHILDREN WITH LOVE

Hari ini ada acara dengan tema " from Indonesian to Palestinian children with love" bertempat di Qatar Charity. Acara ini diselenggarakan oleh KAIFA bekerjasama dengan IDEA dan Qatar Charity. Minggu sebelumnya anak-anak yang mengaji di KAIFA sudah latihan buat pentas.

Tadi pagi sekitar pukul 08.00 kami berangkat kesana. Haqi bilang kata bu guru ngaji suruh datang pagi-pagi. Ya sudahlah, di undangan juga tertera acara mulai pukul 08.00 - 13.00 waktu Qatar. Karena jaraknya tidak begitu jauh, kami berangkat jam 08.00. Sampai sana sudah lumayan banyak yang hadir. Terutama bagian bazar, yang menerima sumbangan makanan untuk dijual yang mana nanti keuntungan dari hasil penjualan akan disumbangkan ke Palestina. Jadi mereka dari pagi sudah cukup sibuk, padahal bazarnya dibuka pukul 11.30.

Ada juga yang jualan souvenir seperti bros, gantungan kunci, syal, sorban, kaligrafi yang berhubungan dengan Palestina. Untuk stand kecil yang jaga anak-anak dengan atribut Palestina. Mereka keliatan cakep-cakep deh.
Ada juga yang jual baju muslim, kerudung, mukena, cd/dvd Islami, juga buku-buku Islam.

Untuk acaranya sendiri lumayan banyak, tapi berhubung sama si kecil ya.... susah mau ambil photonya. Acara dimulai pukul 09.00, setelah sambutan-sambutan si kecil rewel ngajak keluar. Setelah diajak keluar ternyata tidur. Pantes saja di dalam ruangan rewel lha wong ngantuk. Mana anak-anak berisik, susah ya ngatur anak-anak yang begitu banyak?? Namanya juga anak banyak, ya bermacam-macam pula sifatnya yah.

Jadi pas Haqi pentas bersama teman-temannya aku malah tidak melihat. heheheh....
Pas penggalangan dana aku masuk lagi, terus doa yang dipimpin seorang ustad.
Habis itu ikutan menyerbu bagian bazar. hahaha.... Sekali-sekali tidak masak...kan lumayan dah libur sehari masaknya.

Setelah jajan makanan, Haqi juga dah selesai, kami pulang. Waktu sudah pukul 12.00.
Semoga Allah SWT menurunkan kedamaian di bumi Palestina. Amiiiinnn.

Berikut saya copykan dari harian Gulf Times

Indonesian forum Raises QR 52,000 for Palestinians

About QR 52,000 was raised at a programme organised by the Indonesian Da'wa and Education Association (IDEA) in Qatar to show solidarity with Palestine.
The money goes to Palestinian children, a spokesman said. IDEA chairman Bidin Bachrul Ulumuddin said the event named 'From Indonesian to Palestinian Children With Love' was held a part of a compaign to aducate Indonesians about the Palestinian issue and show solidarity with the Palestinians.
Members of the Indonesian community, particularly teenagers, made it big a success, Ulumuddin said.
A charity bazaar, a poster exhibition and cultural items were the highlights of the programme.
The poster exhibition featured art works and paintings by members of the KAIFA (Indonesian Youth Islamic Student in Qatar).
A lecture on Palestinian history titled 'The past, the present and the future' was also held.
Read More...